Perbandingan Metode BOW dan SNI

perbandingan-metode-bow-dan-sniContoh Perhitungan Perbandingan Metode BOW dan SNI

Perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi sejatinya tentu akan memikirkan bagaimana caranya agar dapat keuntungan dari pekerjaan yang mereka kerjakan. Oleh karenanya penting adanya pengelolaan manajemen yang baik dan efisien khususnya yang berkaitan dengan anggaran biaya sehingga tercipta anggaran biaya proyek yang efisien dan bisa dipertanggung jawabkan. Di Indonesia kita mengenal adanya metode perhitungan menggunakan BOW dan SNI, pada artikel ini kami akan membahas satu persatu Perbandingan Metode BOW dan SNI tsb.

Metode Analisa Perhitungan RAB (Rencana Anggaran & Biaya)

Rencana Anggaran Biaya pembangunan gedung atau bangunan bisa dihitung dengan menggunakan dua metode, yaitu metode BOW dan metode SNI :

1. Metode BOW

BOW (Burgeslijke Openbare Werken) merupakan sebuah ketentuan dan ketetapan umum yang ditetapkan oleh Dir. BOW pada tanggal 28 Februari 1921 nomor 5372 A pada jaman Belanda. Pada analisa BOW, sudah ditetapkan berupa angka jumlah tenaga kerja dan sekaligus bahan bahan material untuk suatu pekerjaan.

Prinsip dasar metode BOW yaitu menentukan daftar koefisien upah tenaga kerja dan bahan atau materialnya. Metode ini menganalisa harga atau biaya yang diperlukan untuk mengerjakan suatu pekerjaan bangunan. Melalui koefisien ini kita bisa mendapatkan kalkulasi berapa biaya tukang yang mengerjakannya dan berapa biaya bahan bangunan yang diperlukan. Komposisi perbandingan dan susunan material serta tenaga kerja pada suatu pekerjaan sudah ditetapkan, yang selanjutnya dikalikan harga material dan upah yang berlaku pada saat ini (Mukomuko,1985).

Contoh perhitungan analisa anggaran menggunakan metode BOW

Harga satuan 1 kubik (m3) pekerjaan membuat adukan beton dengan mutu K 225

A.Bahan/Material

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
0,96 m³ Kerikil @ Rp 75.000 Rp. 72.000
8,17 kg Semen PC 50 kg @ Rp 60.000 Rp. 490.200
0,54 m³ Pasir @ Rp60.000 Rp. 32.400
Jumlah harga bahan Rp. 594.600

B.Upah Tenaga Kerja

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
1.00 tukang batu @ Rp 80.000 Rp. 80.000
0.10 kepala tukang batu @ Rp 90.500 Rp. 9.050
6.00 pekerja @ Rp60.000 Rp. 360.000
0.30 mandor @ Rp 75.500 Rp. 22.650
Jumlah harga upah Rp. 471.700

C.Peralatan

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
0,4819 concrete mixer @ Rp 40.000 Rp. 19.276
0,0633 water tanker @ Rp 120.000 Rp. 7.596
0,4819 concrete vibrator @ Rp 25.000 Rp. 12.047
1,0000 alat bantu @ Rp 2.500 Rp. 2.500
Jumlah harga alat Rp. 41.419

Jadi Harga satuan 1 m³pekerjaan untuk membuat beton mutu K-225 menggunakan metode BOW adalah:

= (A)Jumlah harga bahan + (B)Jumlah harga upah tenaga kerja + (C)Jumlah harga peralatan
= Rp 594.600 + Rp 471.700 + Rp 41.419
= Rp 1.107.719

 

 

2. Metode SNI

Metode SNI merupakan pembaharuan dari analisa BOW tahun 1921, dengan kata lain metode analisa SNI merupakan analisa BOW yang sudah direvisi & diperbaharui. Analisa SNI ini dibuat & dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Dan Pengembangan Pemukiman. Sistem penataan anggaran dgn menggunakan analisa SNI ini nyaris sama dengan perhitungan BOW.

Prinsip yg mendasar bagi formula SNI adalah daftar koefisien bahan dan tenaga kerja yang telah ditetapkan untuk menganalisa harga atau biaya yang dipakai dalam menghasilkan harga satu unit pekerjaan bangunan sudah diperbaharui. Pada Ke-2 koefisien tersebut akan didapatkan formula kalkulasi bahan-bahan yang digunakan dan formula kalkulasi harga tenaga kerja yang mengerjakannya. Komposisi perbandingan, susunan material dan tenaga kerja di suatu pekerjaan telah ditetapkan, yg kemudian dikalikan dgn tarif material dan biaya tenaga kerja yang yang berlaku di pasaran.

Contoh perhitungan rencana anggaran biaya dengan metode SNI 2008 yaitu :

Harga satuan pekerjaan membuat beton sebanyak 1 m3 dengan mutu K-225 :

A.Bahan/Material

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
0,65 m³ Kerikil @ Rp 75.000 Rp. 48.750
7,42 kg Semen PC 50 kg @ Rp 60.000 Rp. 445.200
0,65 m³ Pasir @ Rp60.000 Rp. 39.000
Jumlah harga bahan Rp. 532.950

B.Upah Tenaga Kerja

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
0.275 tukang batu @ Rp 80.000 Rp. 22.000
0,028 kepala tukang batu @ Rp 90.500 Rp. 2.534
1,65 pekerja @ Rp60.000 Rp. 99.000
0,083 mandor @ Rp 75.500 Rp. 6.266
Jumlah harga upah Rp. 129.800

C.Peralatan

Koefisien Analisa Harga atau Biaya(@Rp) Jumlah (Rp)
0,4819 concrete mixer @ Rp 40.000 Rp. 19.276
0,0633 water tanker @ Rp 120.000 Rp. 7.596
0,4819 concrete vibrator @ Rp 25.000 Rp. 12.047
1,0000 alat bantu @ Rp 2.500 Rp. 2.500
Jumlah harga alat Rp. 41.419

Jadi harga satuan pekerjaan membuat beton dengan mutu K–225 sebanyak 1 m3 menggunakan metode koefisien analisa SNI adalah:

= (A)Jumlah harga bahan + (B)Jumlah harga upah + (C)Jumlah harga peralatan
= Rp 532.950 + Rp 129.800 + Rp 41.419
= Rp 704.169

Kesimpulan

  1. Harga satuan pekerjaan membuat beton dengan mutu K–225 sebanyak 1 m3 dengan metode BOW diperoleh Rp 1.107.719 sedangkan dengan metode SNI 2008 diperoleh Rp 704.169
  2. Terdapat selisih harga sebesar Rp 403.550 (perbedaan harganya cukup besar)
  3. Melihat dari perbedaan harga yang cukup besar maka Analisa BOW 28 Februari 1921, perlu diadakan revisi atau perbaikan. Pedoman tersebut dirasakan sudah tidak relevan lagi karena analisa BOW hanya dapat digunakan apabila pekerjaannya berupa pekerjaan padat karya yang memakai peralatan konvensional serta tenaga kerja yang kurang profesional, sehingga apabila analisa tersebut masih digunakan secara murni mengakibatkan perencanaan biaya menjadi sangat mahal.
  4. Dari data Perbandingan Metode BOW dan SNI dapat kami simpulkan bahwa metode SNI karena sudah direvisi dan diperbaharui maka lebih efisien dalam hal biaya untuk pembangunan.