Debit Air Situ di Depok Turun pada Musim Kemarau Ini

Debit air beberapa situ atau danau di Kota Depok sudah mulai menyusut belakangan ini dan berimbas ke sumur-sumur warga. Penyusutan antara lain terjadi di Setu Cilodong dan Setu Pengasinan.

“Sehabis Lebaran debit airnya mulai turun, kira-kira dua jengkal penurunan permukaan air,” kata Musriadi, warga sekitar Jalan Abdul Gani, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, kemarin.

“Kalau air situ mulai berkurang, yang terjadi pada umumnya sumur semua warga juga ikut mengalami kekurangan air.” Menurut Musriadi, biasanya pada saat puncak musim kemarau dasar situ sampai terlihat.

Kemarau paling parah terjadi pada 2015 ketika situ tersebut kehabisan air. Ketua Forum Komunitas Hijau, Heri Syaefuddin, menjelaskan bahwa sejak Juni 2018 debit air di Setu Pengasinan, wilayah Sawangan, sudah mulai berkurang.

Namun kondisi ini masih stabil di tengah curah hujan yang rendah seperti sekarang. “Kalau di Pengasingan air menyusut sekitar 10 sentimeter,” kata dia.

Dia menuturkan Setu Pengasinan tidak pernah mengalami kekeringan parah seperti Setu Ci lodong. Itu karena Setu Pengasinan memiliki pintu saluran air dari luar (inlet) yang bisa dibuka kalau debit air berkurang. “Jadi, enggak pernah kering,” ucap Heri.

Pedagang di kawasan Setu Pengasinan, Muhammad Arifuddin, menyampaikan bahwa debit air menurun sejak Ramadan lalu. Berbeda dengan keterangan Heri, dia menyatakan penurunan debit air berkisar 20 sentimeter.

Adapun Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Depok, Citra Indah Yulianti, mengatakan instansinya berupaya memperbaiki pintu air di setiap situ untuk mengantisipasi kekeringan yang bisa saja terjadi pada musim kemarau nanti.

Perbaikan dilakukan pada saluran air masuk (inlet) dan keluar (outlet). Citra merujuk pada kekeringan Setu Cilodong pada 2015 yang diupayakan tak terulang. Adapun untuk melindungi warga dari kekeringan karena debit air ikut berkurang, Citra menuturkan, telah dibangun sumur imbuhan di beberapa lokasi.

Pembangunan sumur imbuhan dilakukan sejak 2017. “Antara lain di Kecamatan Cilodong dan Kecamatan Tapos,” kata Citra. Dia mengatakan pihaknya juga terus berkoordinasi dengan dinas lain di jajaran Pemerintah Kota Depok untuk mengantisipasi musim kemarau, seperti Dinas Kebersihan dan Pertamanan.

Kerja sama dengan Dinas Kebersihan berupa pembuatan sumur resapan dan penanaman pohon. Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Hary Tirto Djatmiko, menjelaskan bahwa pada tahun ini musim kemarau bakal normal.

Artinya, tak ada periode kemarau yang panjang. “Pada September nanti sudah ada daerah yang (akan) mulai musim hujan,” ujar dia.

Menurut Hary, untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, musim hujan akan dimulai antara Oktober dan November mendatang. Walaupun lebih lambat dari daerah lain, kondisi tersebut termasuk normal. “Memang awal musim hujan berbeda di berbagai wilayah Indonesia,” ujar dia.